PSSB Berlangsung Sepekan Dan Wanita Rela Jual Tubuh Demi Rupiah

PSSB Berlangsung Sepekan Dan Wanita Rela Jual Tubuh Demi Rupiah

PSSB Berlangsung Sepekan Dan Wanita Rela Jual Tubuh Demi Rupiah

BERKAHPOKER Bisnis prostitusi saat ini sudah merambat ke segala usia. Bahkan kebanyakan di antara mereka masih ABG.

Alasan ekonomi menjadi kedok ingin gaya hidup bak sosialita.

Demi rupiah, kehormatan pun terjual bak barang murah.

D, seorang cewek bokingan mengaku mematok Rp 1,5 juta kepada pelanggan cinta sekejap.

Sudah dua bulan terakhir ini D terjun dalam bisnis prostitusi online di sebuah apartemen di Kota Tangerang.

Selama ini ia menawarkan dirinya via aplikasi pertemanan MiChat.

Dara manis yang mempercantik tubuhnya dengan rajah itu sibuk di akhir pekan karena pelanggannya bisa 5 sampai 8 orang.

“Kalau hari-hari biasa paling banyak 4 tamu,” ungkap Dinda yang berusia 19 tahun ini.

Gadis berdarah Medan ini mengaku hanya sedikit dari mereka yang muda, ganteng, sopan dan baik hati.

“Tarif Rp 1,5 juta setiap kali kencan singkat. Biasanya pakai aplikasi MiChat. Sekali main paling lama juga 15 menit,” akunya.

Gadis berparas rupawan ini mengaku tinggal di bilangan Jakarta Barat.

Mulanya, D sebatas administrator melayani transaksi pelanggan via aplikasi media sosial lalu meneruskan ke para wanita penyedia jasa.

Lantaran tergiur mudah mendapatkan rupiah yang menjanjikan, Dinda pun terlibat langsung menerima dan melayani para pelanggan.

Paling apes jika di hari itu sepi tamu yang membookingnya, Dinda masih bisa menyisihkan uang sampai Rp 1 juta untuk ditabung, dan paling banyak Rp 2,5 juta.

“Sesepi-sepinya satu hari bisa nyelengin Rp 1 juta. Paling banyak Rp. 2,5 juta,” ujar Dinda.

Untuk mengurangi rasa sakit saat melayani tamu yang tak diharapkan, D harus mengkonsumsi minuman keras.

Baginya, pelumas bukan jaminan untuk terhindar dari rasa sakit.

Apalagi kebanyakan tamu saya seumuran almarhum papa,” kata gadis yang kerap mengenakan pakaian seksi ini.

Dinda tidak menampik, pernah menikmati hubungan intim dengan tamu yang ia sukai karena berparas tampan dan sopan.AGEN POKER TERPERCAYA

Tapi jarang banget orang ganteng, sopan, dan baik. Biasanya mah gitu ya. Mau gimana lagi, namanya juga tamu punya uang, ya mau enggak mau kita wajib layani,” akunya.

Tak semua uang penghasilannya dari menjual diri yang ia pakai.

Ia harus menyisihkan sebagian untuk keperluan pengobatan ibunya yang menderita diabetes.

Buat beli obat mama kena gula. Makanya saya berani terjun kayak gini. Habis, dulu waktu kerja di toko jangankan buat beli obat, buat ongkos sama makan saja sudah kurang,” katanya manja.

Selain untuk obat ibunya, D menggunakan sebagian lain untuk perawatan wajah dan kulitnya di klinik kecantikan.

“Kita kerja beginian ya harus tampil cantik. Mau enggak mau saya tiap minggu ke klinik kecantikan. Minimal biar tambah menarik,” beber dia.

Ia mengakui butuh biaya besar untuk perawatan.

Sekali mengunjungi klinik kecantikan, D harus merogoh kocek bisa sampai Rp 5 juta.

“Sisa untuk ke klinik sama buat beli obat mama, saya pakai buat kebutuhan makan dan sehari-hari”

“Kalau ada lebihan saya ngajak mama buat sekadar jalan-jalan,” papar D.

D merupakan satu dari 7 orang penjaja seks online di salah satu apartemen di kawasan Neglasari yang terciduk razia anggota Satpol PP Kota Tangerang pada Kamis dini hari WIB.

Dua orang di antaranya masih di bawah umur dan sudah diserahkan kepada orangtuanya.

Sisanya akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapat pembinaan.

Siswi SMP keenakan jadi PSK

Kasus prostitusi online di Kota Tangerang terungkap setelah polisi merazia sejumlah PSK di sebuah hotel.

Yang membuat miris, ketujuh PSK yang berhasil diamankan Satpol PP itu masih berusia di bawah umur.

Mereka diketahui masih duduk di bangku SMP.

Saat diamankan Satpol PP, ketujuh PSK berusia remaja ini diminta dijemput oleh keluarganya.

Beberapa keluarga mengaku kaget mengetahui anaknya bekerja sebagai PSK.

Namun ada juga yang mengaku sudah tahu anggota keluarganya itu menjajakan diri kepada pria hidung belang.

remaja yang satu ini menjajakan diri dengan sepengetahuan kakaknya.

AF, kakak kandung dari salah satu PSK yang saat itu turut diamankan mengaku telah mengetahui pekerjaan adik bungsunya tersebut.

Kepada petugas, AF menyebut sudah berkali-kali menasehati adik bungsunya yang masih berumur 16 tahun ini akan tetapi tidak diindahkan.

“Saya capek Lak ngurus ini anak. Sudah aja saya sekolahin malahan enggak masuk-masuk.”

Giliran saya enggak bolehin keluar dia ngamuk-ngamuk sampai jedotin pala ke tembok, saya sudah bingung ngurus ini anak,” ungkap AF.

Meski demikian, AF meminta kepada petugas untuk memberikan kesempatan agar adik bungsunya tersebut untuk dilakukan pembinaan oleh keluarga,

“Saya malu Pak. Saya mohon untuk kali ini, habis ini saya bakal kirim dia ke pesantren dari pada kayak gini terus,” tuturnya.

Ibu Menangis dan Pingsan

Sementara itu, seorang ibu hanya bisa menangis melihat putrinya terjaring razia oleh Satpol PP.

Ia terlihat sangat syok mengetahui putri yang masih duduk di bangku SMP kelas 8 itu terlibat prostitusi.

Sang putri terjaring razia saat tengah menjajakan tubuhnya di sebuah hotel.

Sebagai ibu, wanita berinisial STN (38) pun merasa hatinya benar-benar hancur.

Apalagi selama ini putrinya itu berangkat dari rumah dengan izin membuat konten Youtube dengan teman-temannya.

Peristiwa itu terjadi di Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang pada Minggu (4/10/2020) dini hari.

STN mengetahui kabar nahas tersebut saat dihubungi untuk menjemput putrinya, yang terjaring razia oleh Satpol PP Kota Tangerang, pada Minggu (4/10/2020).

Alasan buat konten

STN nyaris pingsan saat menjemput putrinya itu.

Selama ini STN merasa dibohongi oleh putrinya setiap kali hendak pulang malam.

“Sumpah, dia bilangnya mau buat konten Youtube sama teman-temannya.

Saya enggak tahu kalau dia jual diri,” kata STN di Kantor Satpol PP Kota Tangerang.

Meski saat ini tengah dilanda kesulitan ekonomi, STN mengaku kecewa putrinya bekerja sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang.

“Kamu kenapa? Sudah kamu sekolah saja biar mama yang cari biaya.

Ade, mama enggak ikhlas dunia akhirat kalau kamu dapat uang dari jual diri, biarin mama saja yang capek,” ucapnya terdengar lirih.

STN pun sempat jatuh pingsan saat petugas menunjukan beberapa barang bukti berupa alat kontrasepsi yang didapati dari tas putrinya tersebut.

Ade, papah pasti lihat apa yang ade perbuat.

Kasian papah ade,” katanya STN tampak tubuhnya lunglai.

Ghufron Falfeli selaku Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang menjelaskan dalam razia itu, pihaknya mendapatkan 7 orang terduga PSK dan 3 pasangan bukan suami istri.

Dalam melancarkan aksinya para terduga PSK itu memanfaatkan aplikasi pesan singkat jejaring sosial MiChat.

“Berdasarkan keterangan yang kami gali, awalnya mereka tidak mengenal satu sama lainnya.”

“Namun karena sering menginap di hotel tersebut mereka membuat semacam komunitas,” beber Ghufron Falfeli.

Bahkan, ketujuh orang terduga PSK tersebut secara swadaya menyewa tiga kamar sekaligus untuk memuluskan aksinya.

“Dua kamar mereka pakai untuk layani tamu. Satu kamar mereka pakai untuk berkumpul dan mereka patungan untuk membayar tiga kamar itu,” imbuhnya.AGEN POKER ONLINE

Ia mengungkap, ketujuh orang terduga PSK tersebut dikembalikan kepada orangtua guna dilakukan pembinaan.

“Karena masih di bawah umur kami minta kepada keluarga untuk menjemputnya.”

 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *