Penebangan Hutan Di Bukit Lawang Sumatera Utara

Penebangan Hutan Di Bukit Lawang Sumatera Utara

Penebangan Hutan Di Bukit Lawang Sumatera Utara

BERKAHPOKERViral di medsos video yang memperlihatkan puluhan kayu gelondongan hanyut di aliran Sungai Bahorok, di lokasi wisata Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, mendapat respons dari pihak kepolisian.

Polsek Bahorok telah mengerahkan tim untuk mengecek lokasi penebangan kayu, memasang police line, dan menelusuri lokasi penjualan kayu tersebut.

Polisi juga sudah memeriksa sejumlah pelaku penebangan dan pemilik lahan, untuk mendalami dugaan pelanggaran hukum di balik hanyutnya puluhan kayu tersebut.

Kapolsek Bahorok Iptu P Hutagaol mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya penegakan hukum.

Setelah ditelusuri, kayu gelondongan itu ditampung oleh Hamzah Fansyuri (56) warga Dusun Pasar Rodi, Desa Empus, Bahorok, Langkat.

“Kami sudah selidiki yang diduga terlibat. Hamzah membeli kayu dari Abdul Rahim. Saat diperiksa Hamzah memberi keterangan bahwa dirinya tidak mengetahui kapan dan di mana penebangan kayu. Dia tahunya kayu tiba di sawmil (pengolahan kayu) miliknya di Dusun Bandar Muda, Desa Tanjung Lenggang, Bahorok, Langkat, pada Kamis, 20 Agustus 2020,” jelas Kapolsek Bahorok, Iptu P Hutagaol, Minggu (23/8/2020).AGEN POKER TERPERCAYA

 

Hasil penyelidikan sementara, selain Hamzah (penampung kayu) dan Abdul Rahim (penjual kayu), ada lima orang lainnya yang diperiksa sebagai saksi berperan sebagai penebang kayu.

Para penebang kayu ini yakni, Syarifudin Ramdani (34), Zali (41), Ucok Mat (55), Andi (37), dan AT (30) masing-masing warga Dusun VIII, Desa Timbang Lawan, Bahorok, Langkat.

“Dari keterangan saksi-saksi, Hamzah membeli kayu bulat jenis kayu durian sekitar 60-an batang dengan ukuran panjang sekitar 220 cm dengan harga sebesar Rp 7.200.000. Kayu yang dijualbelikan sudah dilengkapi dengan dokumen Nota Angkutan Hasil Hutan Kayu Budi Daya yang berasal dari Hutan Produksi Terbatas. Untuk izin sawmil sudah lengkap,” tambah P Hutagaol.

Ditanya terkait kepemilikan tanah tersebut, Iptu P Hutagaol menyampaikan bahwa pemilik lahan atas nama T Rahmadsyah alias Mat Coles.

Lahan tersebut memiliki surat sesuai dengan surat pelepasan dan penyerahan segala hak secara ganti rugi tertanggal 27 Agustus 2007 antara Syahdaulat Purba dengan Rahmadsyah.

“Ganti rugi ini diketahui dan ditandatangani Kepala Desa Timbang Jaya Samin Pelawi,” ungkapnya.

 

Dicecar lebih jauh, menyikapi ketidaknyamanan, hak wisatawan, dan proses penghanyutan kayu lewat sungai dapat menimbulkan bahaya, Iptu P Hutagaol menyebutkan, bahwa sungai merupakan akses jalan satu-satunya. Karena areal penebangan kayu jenis durian tersebut berbukit, terjal dan di tepi jurang.

Karena lebih mudah dihanyutkan. Akhirnya para pekerja berinisiatif menghanyutkannya ke Sungai Bukit Lawang. Memang itu membahayakan, tapi pekerja beralasan tidak tahu bahwa itu hari libur,” paparnya.

Untuk proses lebih lanjut, aparat hukum masih melakukan pendalaman dan penyelidikan dari pihak terkait.

Polisi sedang berkoordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan dan Balai Besar TNGL serta Subdit Tipiter Krimsus Polda Sumut.

Edi pun menyebutkan peristiwa itu berpotensi membahayakan khalayak ramai dan wisatawan yang datang ke Bukit Lawang.

“Kita wajib menjaga alam kita untuk kepentingan bersama. Jangan sampai banjir bandang seperti tahun-tahun sebelumnya yang rugi masyarakat dan wisatawan, bahkan citra destinasi wisata alam Langkat bisa rusak. Kami sebagai masyarakat berharap ada tindakan hukum dari aparat,” kata Edi.AGEN POKER ONLINE

Sebelumnya, Kasi TNGL SPTN Wilayah Bahorok, P Turnip dikonfirmasi atas kejadian ini mengatakan pelaku penebangan hutan adalah warga.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *