Membela Diri Terjadi Pembunuhan Di Vonis 20 Bulan Penjara

Membela Diri Terjadi Pembunuhan Di Vonis 20 Bulan Penjara

Membela Diri Terjadi Pembunuhan Di Vonis 20 Bulan Penjara

BERKAHPOKER Pengusaha Mi Aceh Pasar Baru atau Kafe Delicious, Mahyudi (32) bersama Agus salim, dan Mursalim divonis 1 tahun 8 bulan, Selasa (20/10/2020), karena membunuh preman bertato Abadi Bangun.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada 29 Januari 2020 lalu.

“Mengadili, dengan ini menjatuhkan hukuman pidana penjara masing-masing selama 1 tahun 8 bulan, dengan pertimbangan terdakwa melakukan aksi pemukulan dan pengeroyokan” putus Majelis Hakim Tengku Oyong di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara.

Sedangkan yang meringankan terdakwa bersifat sopan di persidangan, berterus terang, mempertahankan dan membela diri, menjadi tulang punggung keluarga,” sambung hakim.

Hakim menilai Mahyudi CS telah melanggar pasal 351 ayat 3 KUHPidana.

Sebelumnya Mahyudi CS dituntut Jaksa dengan hukuman 2 tahun 2 bulan penjara.

Mendengarkan vonis tersebut, dua orang wanita, di antaranya istri dan kakak Abadi Bangun histeris dan berteriak-teriak di luar sidang.

“Saya gak terima Pak Hakim, saya gak terima suami saya mati,” katanya dihadapan majelis hakim.

Sembari dibawa keluar oleh para petugas keamanan, mereka tetap berteriak dan menyatakan sikap akan melawan hukum, bahkan wanita ini nekat akan menyurati Presiden.

“Kami akan melakukan upaya hukum, kami akan menyurati Pak Jokowi. Pak Jokowi tolong kami rakyat kecil,” katanya.

Katanya Pak Jaksa mau banding, tapi apa? Gak ada. Biar aja mereka dilaknat tuhan,” kata kakak Ipar Abadi Bangun.

Selain itu, terdengar dari mulut kakak kandung korban Abadi Bangun, bahwa saat kejadian Abadi Bangun sedang stroke.

“Dia stroke, satu aja dia lawan kalah, ini tiga orang,” katanya.

Saat diwawancarai, pengacara korban, Yosabet Pangaribuan, menyatakan akan menyurati Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan untuk banding dalam kasus ini.

“Kami akan surati Kajari, untuk mengajukan banding,” pungkasnya.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizky Darmawan Nasution, dijelaskannya perkara ini bermula pada tanggal 29 Januari 2020 dinihari, korban Abadi Bangun datang ke Delicious Cafe milik terdakwa dan memesan nasi goreng ke warung jualan tersebut.AGEN POKER TERPERCAYA

Kemudian setelah nasi goreng selesai dibuat, terdakwa Agussalim menyerahkan nasi goreng tersebut kepada korban Abadi Bangun, selanjutnya korban Abadi Bangun mengatakan kepada Agussalim bahwa uangnya akan diantar nanti oleh seseorang,” ucap JPU Rambo, dihadapan Majelis Hakim Jarihat Simamarta.

Mendengarkan perkataan itu, Agussalim meminta Abadi Bangun menunggu untuk menyampaikan terlebih dahulu kepada pengelola cafe sehingga pada saat itu korban Abadi Bangun emosi dan melemparkan bungkusan nasi goreng tersebut ke arah muka Agussalim.

Pada saat itu Agussalim menghindar kemudian korban Abadi Bangun pergi meninggalkan Cafe Delicious.

“Abadi Bangun datang kembali ke warung dengan temannya membawa satu bilah parang kemudian terdakwa Mahyudi mendatangi korban Abadi Bangun dan bertemu dengan Korban Abadi Bangun dan pada saat itu terjadi pertengkaran mulut antara terdakwa Mahyudi dengan korban Abadi Bangun,” baca JPU.

Kemudian korban Abadi Bangun mengayunkan satu bilah parang tersebut ke arah Mahyudi dan pada saat itu langsung ditangkisnya degan tangan.

“Kemudian terdakwa mengambil kayu broti lalu memukul korban Abadi Bangun ke kepala korban Abadi Bangun sehingga korban abadi bangun terjatuh ke aspal, kemudian datang MURSALIN menendang Abadi Bangun secara berulang ke arah wajah dan mengambil parang yang dipegang korban Abadi Bangun lalu saksi Mursalin pergi,” ujarnya.

Bahwa tidak berapa lama datang saksi Hendri Kapri Simorangkir dan membawa korban Abadi Bangun ke Rumah Sakit Siti Hajar dan sesampainya di Rumah Sakit tersebut pihak Rumah Sakit mengatakan bahwa korban Abadi Bangun sudah meninggal dunia.

Muslim Moeis: Pengusaha Kafe Delicious Seharusnya Bebas, Dia Tidak Berniat Membunuh

Vonis majelis hakim ke pengusaha Mi Aceh Pasar Baru Kafe Delicious Mahyudi CS mendapat kritikan dari Direktur Pusat Studi Hukum Pembaharuan Peradilan (PuSHPA) Sumut Muslim Moeis.

Pengusaha Kafe Delicious Mahyudi dan 2 rekannya divonis 20 bulan penjara karena menganiaya Abadi Bangun hingga meninggal dunia.

Muslim Moeis menegaskan kalau hukuman itu sangat tidak pantas dan harus dikoreksi.

“Putusan majelis hakim itu harusnya dikoreksi. Mengapa? Dia (Mahyudi) di sini tidak berniat untuk membunuh, malah membela diri,” kata Moeis.

Lanjutnya, Mahyudi CS seharunya tak patut dihukum dengan pasal 351 ayat 3 KUHPidana.

Sebab pasal tersebut adalah pasal penganiayaan.

“Bagaimana bisa penganiayaan? itukan terlihat jelas dia jualan, mencari nafkah, kok dibilang menganiaya. Dia itu gak ada niat untuk membunuh,” kata Muslim Moeis.AGEN POKER ONLINE

Kata Moeis, perkara ini seperti tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Bahkan bisa berimbas semakin merajalelanya aksi premanisme.

Hakim harusnya melihat filosofi, lebih baik membebaskan 1000 orang salah, daripada menghukum 1 orang yang benar. Jangan dibiarkan terus seperti itu,” pungkasnyanya. 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *