Kasus Napi Produksi Ekstasi Di RS Saat Sakit Dan Di Rawat

Kasus Napi Produksi Ekstasi Di RS Saat Sakit Dan Di Rawat

Kasus Napi Produksi Ekstasi Di RS Saat Sakit Dan Di Rawat

BERKAHPOKER Menjadi narapidana tak menyurutkan niat seorang bandar narkoba berinisial AU (42) untuk terus mendulang keuntungan dengan memproduksi ekstasi.

AU bahkan nekat memproduksi ekstasi saat dirawat di salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Pusat.

Kasus ini terungkap saat polisi berhasil menangkap MW (36) yang merupakan kaki tangan AU.

“Kepada penyidik MW mengaku mendapatkan ekstasi dari AU, yang sedang berada di ruang perawatan rumah sakit,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto saat konferensi pers di Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Agustus 2020.

AU adalah napi kasus narkotika dengan putusan pidana 15 tahun. Atas perbuatannya, AU dijerat Pasal 113 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 UU RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Berikut sejumlah hal terkait napi narkoba yang memproduksi ekstasi meski tengah diopname di rumah sakit:

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menjelaskan, saat Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat mendatangi kamar tempat AU dirawat, penyidik mendapati sejumlah barang bukti dari tangan pelaku.

Seperti beberapa butir ekstasi dan peralatan pembuatannya.

“Kami temukan beberapa barang bukti di ruang perawatan AU,” ucap dia.

Untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, AU dipindahkan ke Rumah Sakit Polri. “Tanggung jawab AU masih berada di pihak rutan,” tambah Heru.

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan AU harus mendapatkan perawatan di rumah sakit?

Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan, napi AU dirawat inap di rumah sakit karena mengaku sakit di bagian perut.

“Kalau dari medis ada kram di sekitaran perut, dan dia mengaku sudah 2 bulanan di rumah sakit,” kata Eliantoro soal pembuatan ekstasi di RS itu, Kamis (20/8/2020)AGEN POKER TERPERCAYA

Menurut Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf, bobolnya pengawasan terhadap AU dikarenakan lengahnya penjagaan sipir.

“Mereka berjaga setiap hari, satu orang per 12 jam, tapi kan dari informasi dia (sipir) jaganya di luar. Bukan di luar rumah sakit, tapi di luar ruangan perawatan,” jelas polisi berpangkat melati satu ini.

Oleh karena itu, kata Eliantoro, sipir yang berjaga juga diperiksa untuk menggali keterangan, bagaimana seorang narapidana bisa meracik ekstasi tanpa diketahui.

“Iya sipir diperiksa, ada empat orang, hasilnya belum dapat kami sampaikan,” dia menandasi.

Eliantoro menambahkan, bahwa bandar narkoba berinisial AU (42) yang memproduksi ekstasi di rumah sakit adalah pemain lama. Hal ini diungkapkannya, usai jajarannya melakukan pemeriksaan ke AU.

“Dia bukan pemain baru, pemain lama,” kata Eliantoro soal pembuatan ekstasi di RS itu, Kamis (20/8/2020).

Menurut dia, pihaknya masih sampai sekarang melakukan pendalaman terhadap AU. Untuk mencari keterangan lebih jauh tentang meracik ekstasi di rumah sakit.

“Makanya kita harus benahin semuanya, kita dalami semuanya,” jelas Eliantoro.

Eliantoro menjelaskan, fokus polisi saat ini adalah memeriksa AU, juga pihak lain yang terkait seperti sipir, rekan AU yakni MW sebagai terduga penyuplai bahan ekstasi, hingga pihak rumah sakit terkait yang masih dirahasiakan namanya.

“Masih kita periksa dulu semuanya, termasuk RS-nya,” ungkap Eliantoro.

Lebih lanjut Kompol Eliantoro Jalmaf mengatakan, pihaknya hingga kini terus melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap bandar narkoba berinisial AU (42) yang memproduksi ekstasi di rumah sakit.

Dia pun enggan membeberkan soal dugaan pabrik ekstasi AU berada di sebuah kota di Jawa Barat.

“Kita tidak boleh tergesa,” kata Eliantoro soal pembuatan ekstasi di RS itu, Kamis (20/8/2020).

Dia juga menuturkan, pemeriksaannya belum sampai pada pabrik ekstasi dari AU.

“Belum sampai ke sana,” ucapnya. AGEN POKER ONLINE

Eliantoro menjelaskan, fokus polisi saat ini adalah memeriksa AU, juga pihak terkait lain seperti sipir, rekan AU yakni MW sebagai terduga penyuplai bahan ekstasi, hingga pihak rumah sakit terkait yang masih dirahasiakan namanya.

“Masih kita periksa dulu semuanya.termasuk RS-nya,” ungkapnya.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *