Kapolsek Tamoko Turun Tangan Untuk Memakamkan Jenazah Covid-19

Kapolsek Tamoko Turun Tangan Untuk Memakamkan Jenazah Covid-19

Kapolsek Tamoko Turun Tangan Untuk Memakamkan Jenazah Covid-19

BERKAHPOKER Kapolsek di Sulawesi Utara turun tangan ikut mengubur jenazah terduga positif Covid-19.

Ini ia lakukan lantaran petugas makam kabur karena tak berani memakamkan jenazah itu.

Pemakaman jenazah berinisial MK itu juga sempat mendapat aksi penolakan dari keluarga dan warga Kampung Menggawa, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kapolsek Tamako Ipda M. Idwan Mahalieng dengan berani memakamkan jenazah reaktif rapid test, MK (56).

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan awalnya jenazah tiba di Kampung Menggawa pada Minggu (22/11/2020) sekitar 23.00 WITA, dengan pengawalan personel Polsek Kepulauan Sangihe.

Saat itu keluarga dan warga setempat menolak keras pemakaman sesuai protokol Covid-19.

Saat itulah pihak keluarga dan ratusan warga setempat menolak keras proses pemakaman sesuai protokol Covid-19.

Mereka meminta agar jenazah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka,” ujarnya.

Melihat situasi yang terjadi dan mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Idwan tak tinggal diam.

Idwan bersama Koramil segera bernegosiasi dengan keluarga dan warga yang akhirnya menghasilkan persetujuan.

Cara jitu tersebut pun berhasil, keluarga dan warga akhirnya menerima jenazah dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19,” jelas Jules.

Akhirnya, sekitar 23.15 WITA, jenazah tiba di lokasi pemakaman yang berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman warga. AGEN POKER TERPERCAYA

Namun muncul kendala lain, yakni diduga petugas khusus pemakaman jenazah tidak ada di lokasi dan diduga melarikan diri karena takut atas penolakan warga sebelumnya.

Kendala pun ditemui. Petugas khusus pemakaman jenazah tidak berada di lokasi, diduga melarikan diri karena takut atas aksi penolakan yang terjadi sebelumnya, padahal saat itu sudah dikawal oleh personel Polsek dan Koramil Tamako,” sebutnya.

Proses pemakaman tertunda sekitar 1,5 jam. Hal ini pun kembali memicu aksi protes pihak keluarga dan warga karena jenazah tak kunjung dimakamkan,” tambah Jules.

Setelah tertunda sekitar 1,5 jam, pemakaman tetap dilakukan dengan protokol Covid-19 mengguakan APD lengkap dari Puskesmas Siloam Tamako.

Idwan bersama dua anggotanya yakni Bripka D.R. Mangempa dan Brigpol Neiheel Manganang serta Camat Tamako dan dua pihak keluarga langsung mengenakan APD lengkap untuk memakamkan jenazah.

Jules pun mengapresiasi kinerja Polsek Tamako dan seluruh pihak terkait, atas proses pemakaman jenazah tersebut yang berjalan dengan baik. AGEN POKER ONLINE

Apresiasi dan terima kasih kepada Kapolsek Tamako bersama anggota, pihak Pemerintah Kecamatan dan Koramil, yang telah mengawal, memberikan pemahaman hingga memakamkan jenazah sesuai protokol kesehatan Covid-19, sehingga berjalan dengan aman dan kondusif.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *