Jenis Jenis Penderita Gangguan Mental Sebenarnya

Jenis Jenis Penderita Gangguan Mental Sebenarnya

Jenis Jenis Penderita Gangguan Mental Sebenarnya

BERKAHPOKER Kesehatan mental masih sering disepelekan ketimbang kesehatan fisik. Masyarakat masih menganggap kesehatan fisik masih jauh lebih berbahaya ketimbang mental mengingat fisik bisa membunuh, sedangkan mental tidak. Kenyataannya, gangguan mental bisa membuat seseorang ingin mengakhiri hidupnya.

Hingga kini, berbagai stigma masih melekat erat pada orang-orang dengan gangguan mental. Hal tersebut bukannya meringankan beban, malahan dapat menambah masalah mengingat itu bukanlah sebuah solusi.

Berikut ini beberapa stigma yang sering diberikan kepada orang-orang dengan gangguan mental. Yuk, segera hapus stigma tersebut!

1. Masalah kesehatan mental itu hal yang jarang

Tahun 2001, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sempat memperkirakan bahwa 1 dari 4 orang di dunia mengalami gangguan mental atau neurologis di suatu titik tertentu dalam hidupnya.

Data tersebut juga didukung oleh data dari The Lancet, yang menyebutkan bahwa setidaknya ada 264 juta orang di dunia yang mengalami depresi pada tahun 2017.

2. Serangan panik bisa berakibat fatal

Walaupun tampak mengerikan dan tidak nyaman karena melibatkan detak jantung yang cepat serta ketakutan berlebihan, serangan panik tidak pernah fatal. Kasus tragis yang terjadi akibat serangan panik umumnya muncul akibat kecelakaan karena berada di lokasi yang tidak tepat.AGEN POKER TERPERCAYA

3. Penderita gangguan mental tidak mampu bekerja

Menurut sebuah penelitian yang berjudul “Employment Status of People With Mental Illness: National Survey Data From 2009 and 2010” dalam jurnal Psychiatric Services tahun 2014, setidaknya 54,5 persen individu dengan gangguan mental yang cukup parah tetap dipekerjakan.

4. Masalah gangguan mental adalah tanda kelemahan

Apakah patah tulang kaki menjadi tanda kelemahan seseorang? Tidak, bukan? Kurang lebih kesehatan mental serupa dengan itu. Ini bukan tanda lemahnya karakter seseorang, tetapi penyakit. Banyak orang yang tidak sadar akan hal itu dan untuk mengatasinya juga tidak mudah dan tak jarang butuh pengobatan dalam jangka waktu lama.

5. Hanya orang tanpa teman yang membutuhkan terapis

Ada perbedaan yang sangat jauh antara berbicara dengan seorang terapis dan berbicara dengan kawan yang tidak memahami tentang pemahaman akan kesehatan mental.

Curhat dengan orang yang dipercaya memang bisa membantu, tetapi seorang terapis bisa mengarahkan pembicaraan dan mendeteksi isu utamanya. Dari situ, solusi yang lebih pasti bisa ditemukan. Lagi pula, tidak semua orang bisa terbuka sepenuhnya kepada kawannya.

6. Gangguan mental adalah kondisi yang permanen

Masih banyak yang menganggap bahwa gangguan mental tidak dapat disembuhkan. Padahal, ada banyak jenis gangguan mental. Ada yang bisa sembuh seketika dan secara spontan, ada pula yang butuh penanganan medis. Meski perawatannya bisa berlangsung lama, tetapi kesembuhan bukanlah hal mustahil.

7. Kecanduan merupakan akibat dari tekad yang lemah

Adiksi tercipta karena produksi hormon dopamin yang tidak terkontrol di kepala. Secara biologis, ini menunjukkan bahwa kecanduan bukanlah masalah tentang seberapa besar tekad seseorang.AGEN POKER ONLINE

Hal tersebut juga didukung oleh sebuah penelitian dalam jurnal Addictive Behaviors Reports yang menyebutkan bahwa orang-orang yang mengalami kecanduan tidak terlihat seperti orang dengan tekad yang kurang. Malah sebaliknya, pemulihan bergantung pada strategi untuk melestarikan tekad, yang caranya adalah mengontrol lingkungan sekitar.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *