Inilah Beberapa Efek Samping Jika Terlalu Banyak Konsumsi Telur

BERKAHPOKER Telur, terutama telur ayam, merupakan makanan yang dikonsumsi sejuta umat. Ini karena telur mudah didapat, murah, bernutrisi, serta mudah diolah menjadi berbagai rupa makanan. Tak aneh bila telur ada dalam menu makan pagi, siang, dan malam. Meski menyehatkan, tetapi kebanyakan makan telur juga tidak disarankan karena bahaya yang mengintai.

Konsumsi sewajarnya saja, berikut ini adalah beberapa risiko kesehatan yang bisa kamu alami bila mengonsumsi telur terlalu banyak.

1. Memengaruhi kadar kolesterol

Bila dikonsumsi secara bijak dalam jumlah yang tidak berlebihan, telur terbukti mendatangkan banyak manfaat sehat, bahkan bisa membantu penanganan kolesterol. Akan tetapi, yang jadi masalah adalah konsumsinya yang terlalu banyak.

Ya, telur bisa bikin kolesterol naik bukanlah mitos. Sebutir telur berukuran besar mengandung 186 mg kolesterol, yang mana jumlah tersebut sudah lebih dari setengah rekomendasi, yaitu 300 mg. Kalau piring sarapanmu berisi dua telur, berarti asupan kolesterol harian sudah lebih dari batas rekomendasi.

bila ingin membatasi asupan kolesterol kamu bisa menggunakan putih telurnya saja. Putih telur tidak mengandung kolesterol, tetapi protein. Ingat, sumber tak cuma telur, tapi juga dari makanan lainnya seperti yoghurt, daging, keju, dan sebagainya.

2. Berisiko terhadap kesehatan jantung?

Kolesterol jahat sering menyebabkan risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung, dan pada kasus telur tidak berbeda. Bicara tentang kesehatan jantung, konsumsi kuning telur memang perlu diperhatikan.

pasien dengan risiko penyakit kardiovaskular harus membatasi asupan kuning telur. Umumnya, dokter merekomendasikan untuk berhenti makan kuning telur setelah pasien mengalami stroke atau serangan jantung (infark miokardial).

Ada beberapa studi yang menemukan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Misalnya, diet phosphatidylcholine, yang berasal dari telur, terbukti memberikan efek negatif pada jantung.menyebut bahwa konsumsi kolesterol atau telur yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang lebih tinggi.

Mengganti telur dengan ikan, unggas, kacang-kacangan, keju, dan kacang-kacangan tampaknya tidak mengubah risiko penyakit jantung.

Ditekankan pula bahwa yang paling fundamental adalah pola diet secara keseluruhan, harus sehat dan bergizi seimbang. Beberapa pola makan yang disarankan adalah diet DASH atau diet Mediterania.

3. Perut kembung

Bukan tak mungkin bila setelah makan banyak telur kamu mengalami masalah pencernaan, misalnya kembung, bergas, atau sakit perut. Akan tetapi, risiko ini nyata bila seseorang memiliki alergi makanan atau intoleransi yang tidak terdiagnosis. AGEN POKER TERPERCAYA

Gejala intoleransi telur bisa berupa sakit perut atau kembung, kram perut, diare, mual atau muntah, serta bisa juga sakit kepala. Gejala alergi biasanya akan dirasakan langsung setelah konsumsi telur, tetapi gejala intoleransi bisa muncul hingga beberapa jam atau hari setelah makan telur.

4. Lebih resistan terhadap insulin

Telur mengandung lemak alami, tetapi lemak alami tetaplah lemak. Terutama setelah dikonsumsi berlebihan, lemak pada telur bisa punya efek nyata pada gula darah. Mereka dapat meningkatkan resistansi insulin, yang berarti gula dalam darah tidak digunakan untuk energi seperti semestinya.

Sebagai akibatnya, pankreas akan memproduksi lebih banyak insulin dan kadar gula darah akan naik. Pada orang-orang dengan penyakit kardiovaskular atau diabetes tipe 2, sebaiknya kurangi dan batasi konsumsi telur.

Meski demikian, untuk telur bisa mengakibatkan efek merugikan tersebut, jumlah yang dikonsumsi harus signifikan dalam satu waktu.makan hingga tiga butir telur dalam sehari sudah cukup untuk mendapat efek sehat buat jantung (seperti omega-3 dan protein) tanpa mengalami efek samping buruk dari makan terlalu banyak telur.

5. Salah satu penyebab jerawat

Terlalu banyak makan telur mungkin bisa menyebabkan intoleransi terhadapnya, dan ini dapat menyebabkan respons inflamasi. Selain itu, telur non-organik bisa mengandung hormon, antibiotik, dan pestisida, yang mana semuanya juga dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan.

Itulah beberapa bahaya yang mengintai bila kamu kebanyakan makan telur. Jadi, konsumsi sewajarnya saja. American Heart Association sendiri merekomendasikan satu butir telur (atau dua putih telur) per hari sebagai bagian dari pola makan sehat. Bila masih ragu tentang jumlah yang aman sesuai kondisi tubuh, konsultasikan dengan dokter. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *