Demo Di Indonesia Berujung Fatal Karena Covid _19 Akan Makin Menjadi

Demo Di Indonesia Berujung Fatal Karena Covid _19 Akan Makin Menjadi

Demo Di Indonesia Berujung Fatal Karena Covid _19 Akan Makin Menjadi

BERKAHPOKER2 Minggu Lagi, Kasus Corona Diprediksi Melonjak, Bisa Capai 10.000 Kasus Harian, Simak Penjelasan

Aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia memunculkan kekhawatiran akan lonjakan kasus infeksi Virus Corona.

Seperti yang terlihat, demonstrasi di berbagai tempat menimbulkan kerumunan, berpotensi memicu terjadinya penyebaran Covid-19 secara masif.

Terlebih, situasi pengendalian pandemi corona di Indonesia saat ini belum terkendali dengan baik.

“Karena kapasitas testing dan tracingnya yang rendah,” ujar dia.

Masih rendahnya testing dan tracing terhadap Covid-19, menurutnya berimplikasi terhadap keberhasilan pada intervensi seperti isolasi, karantina, dan lainnya.

Terlihat dalam 2-3 minggu Dicky menjelaskan, saat demo berlangsung, seluruh mekanisme penularan virus terjadi, seperti terjadi kerumunan, tidak ada jarak sosial, droplet, hingga fomite.

“Orang berdekatan, orang berteriak, kemudian juga saling menyentuh, ini banyak terjadi. Akhirnya disadari atau tidak (terjadi) penyebaran dari Covid-19,” tutur Dicky.

Menurut dia, dampak lonjakan penyebaran Virus Corona dari aksi demontrasi tidak akan terlihat secara langsung dalam waktu dekat.

Akan terlihat dampaknya ya nanti, 2-3 minggu ke depan. Bukan dalam beberapa hari ini,” kata Dicky.

Hal ini pun akan memperburuk situasi pengendalian pandemi virus corona di Indonesia.

Secara terpisah, tenaga kesehatan juga mengkhawatirkan terjadinya lonjakan kasus infeksi masif yang akan terlihat dalam waktu 1-2 minggu mendatang.

Dalam kondisi saat ini saja, para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah,” ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), M. Adib Khumaidi, dalam keterangannya.

Gas air mata AGEN POKER TERPERCAYA

Dicky menambahkan, gas air mata dan semprotan merica aparat akan membuat pendemo “menangis”.

Hal ini menyebabkan hidung dan mulut akan mengeluarkan lendir dan memperburuk penyebaran virus.

Mengingat, virus corona dapat menyebar melalui droplet atau tetesan dari mulut atau hidung.

Gas air mata dapat terkumpul pada masker, sehingga tidak tahan untuk dipakai,” tuturnya.

Perhatian pembuat kebijakan Dicky menyampaikan, kejadian ini harus dijadikan pelajaran bagi pembuat kebijakan regulasi.

Yakni sangat harus mempertimbangkan dan melakukan manajemen risiko dengan matang.

Manajemen risiko termasuk saat mengeluarkan produk kebijakan yang berpotensi menimbulkan reaksi massa yang berisiko memperburuk pandemi virus corona.

“Karena situasi pandemi yang seperti ini jangan sampai keluar kebijakan yang menimbulkan pro kontra yang masif di masyarakat, yang akhirnya timbulan aksi-aksi demo seperti ini,” tutur dia.

Ia menilai, penyebaran virus di situasi saat ini menjadi sangat sulit untuk bisa dikendalikan.

Kendati begitu, Dicky menegaskan aksi demo tidak dapat menjadi satu-satunya yang disalahkan.

“Dampak ini akan bersinergi dengan yang lain ya, tidak bisa hanya ditumpukkan atau disalahkan pada aksi demo saja,” ujarnya.

“Karena ini akan berkontribusi dengan kontributor lainnya seperti rangkaian pilkada, pelonggaran-pelonggaran yang terjadi, ketidakpatuhan (terhadap protokol kesehatan), kelemahan testing dan tracing. Jadi enggak bisa hanya menyalahkan aksi demo saja,” lanjut dia.

Dicky menegaskan, mobilitas massa yang besar sangat dapat diprediksi mempercepat penyebaran virus.AGEN POKER ONLINE

Dari sisi pemerintah, harus mengantisipasinya dengan menambah testing secara progresif.Bila tidak, akan sangat bahaya,” ujar Dicky.

 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *