Beberapa Penyebab Kemerahan Di Wajah Bisa Menjadi Rosasea

BERKAHPOKER Apakah kamu mengalami kemerahan di bagian tengah wajah bahkan sampai pembuluh darah ikut terlihat? Atau disertai benjolan kecil, merah, dan berisi nanah yang muncul selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan? Bila iya, itu adalah tanda rosasea atau rosacea.

Sering dianggap masalah jerawat biasa, berikut ini adalah fakta-fakta penting mengenai rosasea yang perlu kamu ketahui.

1. Apa itu rosasea?

Rosasea adalah kondisi peradangan kulit kronis yang umumnya menyerang wajah. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai jerawat, eksem, atau reaksi alergi di kulit.

Rosasea diperkirakan memengaruhi 1-20 persen populasi. Namun, karena sering terjadi kesalahan diagnosis, angka kejadiannya sangat mungkin jauh lebih tinggi.

Rosasea lebih sering dialami para perempuan dan biasanya berkembang setelah usia 30 tahun.

2. Jenis dan gejala rosasea

Gejala rosasea bisa dikategorikan berdasarkan jenisnya, yaitu:

1. Subtipe 1 atau erythematotelangiectatic rosacea (ETR): dihubungkan dengan kemerahan di wajah dan pembuluh darah yang terlihat. Gejalanya antara lain:

  • Kemerahan di bagian tengah wajah
  • Pembuluh darah yang terlihat
  • Kulit bengkak
  • Kulit sensitif
  • Terdapat sensasi menyengat atau terbakar
  • Kulit kering, kasar, dan bersisik

2. Subtipe 2 atau papulopustular rosacea atau acne rosacea: dihubungkan dengan kemiripan dengan jerawat dan seringnya menyerang perempuan paruh baya. Gejalanya antara lain:

  • Kondisi tampak seperti jerawatan dan kulit sangat merah
  • Kulit berminyak
  • Kulit sensitif
  • Pembuluh darah rusak yang terlihat
  • Bercak kulit yang tampak timbul

3. Subtipe 3 atau rhinophyma: merupakan jenis yang jarang dan dihubungkan dengan penebalan kulit di hidung. Ini lebih sering dijumpai pada laki-laki dan kadang disertai subtipe rosasea lainnya. Gejalanya meliputi:

  • Tekstur kulit bergelombang
  • Penebalan kulit hidung
  • Penebalan kulit di dagu, dahi, pipi, dan telinga
  • Pori-pori besar
  • Pembuluh darah rusak yang terlihat

4. Subtipe 4 atau ocular rosacea: gejalanya berpusat di mata, yang mana meliputi:

  • Mata merah dan berair
  • Terasa seperti ada pasir di mata
  • Sensasi terbakar atau menyengat di mata
  • Mata kering dan gatal
  • Peka terhadap cahaya
  • Kista di mata
  • Penurunan daya penglihatan
  • Pembuluh darah rusak di kelopak mata

3. Penyebab rosasea

Penyebab rosasea belum ditentukan. Ini mungkin kombinasi dari faktor keturunan dan lingkungan. Kondisi kulit ini tidak disebabkan oleh kebersihan yang buruk.

Dirangkum dari beberapa sumber, terdapat beberapa hal yang mungkin bisa menyebabkan gejala memburuk, seperti: AGEN POKER TERPERCAYA

  • Minuman panas dan makanan pedas
  • Red wine dan minuman beralkohol lainnya
  • Suhu ekstrem
  • Paparan sinar matahari atau angin
  • Emosi
  • Olahraga
  • Obat yang melebarkan pembuluh darah misalnya obat untuk tekanan darah
  • Beberapa produk kosmetik
  • Konsumsi makanan yang mengandung senyawa cinnamaldehyde seperti kayu manis, cokelat, tomat, dan sitrus
  • Memiliki bakteri usus Helicobacter pylori
  • Tungau kulit demodex dan bakteri yang dibawanya, Bacillus oleronius
  • Adanya cathelicidin (protein yang melindungi kulit dari infeksi)

4. Faktor risiko rosasea

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan kamu terkena rosasea dibanding orang lain, yakni:

  • Usia 30-50 tahun
  • Lebih umum pada orang berkulit putih, rambut pirang, dan bermata biru
  • Riwayat rosasea dalam keluarga
  • Keturunan Celtic atau Skandinavia
  • Jenis kelamin perempuan (meski begitu, lelaki yang mengembangkan rosasea biasanya lebih mungkin mengalami gejala yang lebih parah)

5. Pengobatan rosasea

Untuk saat ini belum ditemukan obat khusus untuk rosasea. Namun, perawatan yang tepat dapat membantu mengelola gejala kemerahan, benjolan, dan gejala lainnya. Dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan berikut ini:

  • Brimonidine: gel topikal yang diindikasikan untuk mengobati kemerahan pada pasien dewasa
  • Asam azelaic: gel dan busa akan membersihkan benjolan, bengkak, dan kemerahan
  • Metronidazole dan doksisiklin: antibiotik yang membunuh bakteri pada kulit dan menurunkan kemerahan serta bengkak
  • Isotretinoin: obat jerawat untuk membersihkan beruntusan kulit. Jangan gunakan jika kamu sedang hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir

Perlu waktu beberapa minggu hingga bulan dengan pengobatan di atas sampai terlihat adanya perbaikan.

Dokter juga mungkin akan merekomendasikan beberapa prosedur seperti:

  • Laser: untuk menghilangkan pembuluh darah yang membesar
  • Dermabrasi: yaitu mengampelas lapisan atas kulit
  • Elektrokauter: yaitu penggunaan arus listrik yang mengalirkan listrik ke pembuluh darah yang rusak

Selain pengobatan dari dokter, ada pula perawatan lainnya yang bisa dilakukan di rumah. Sebagai langkah awal, cari tahu hal-hal yang bisa memicu rosasea kambuh dan hindari. Sebagai tips, simpan jurnal untuk melacak aktivitas dan kekambuhan.

Itulah ulasan lengkap seputar rosasea, peradangan kronis pada kulit. Bila kamu mengalami gejala-gejala yang mengarah ke kondisi kulit ini, sebaiknya periksakan ke dokter agar mendapatkan perawatan yang tepat. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *