Beberapa Efek Samping Yang Tidak Baik Jika Komsumsi Pare Berlebihan

BERKAHPOKER Pare (Momordica charantia) atau bitter melon adalah tanaman rambat yang terkenal dengan rasanya yang pahit. Karena rasanya yang pahit ini, banyak orang yang tidak menyukainya.

Sejak dahulu pare sudah dimanfaatkan sebagai obat herbal dan dipercaya dapat membantu mengatur kadar gula darah. Di Indonesia sendiri, pare digunakan dalam berbagai masakan seperti siomai, tumis pare, dan masih banyak lagi. Walaupun rasanya pahit, tetapi manfaat yang ditawarkannya banyak sekali.

Di sisi lain, buat kamu yang doyan pare, perlu hati-hati karena mengonsumsinya secara berlebihan dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan berbagai efek buruk bagi kesehatan, lo! Apa saja? Simak penjelasan di bawah ini sampai tuntas, ya!

1. Dapat menyebabkan keguguran

Pare merupakan salah satu sayur yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil bila dikonsumsi berlebihan. bila ibu hamil mengonsumsi pare terlalu banyak, rasa pahit dari pare bisa memicu kontraksi rahim sehingga dapat menyebabkan keguguran.

Begitu pula mengonsumsinya dalam bentuk jus, dikatakan dapat menginduksi kontraksi rahim, menyebabkan perdarahan, abortus, dan persalinan prematur.

Biji pare mengandung visin (vicine) yang dapat menyebabkan favism atau kondisi kekurangan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD) pada ibu hamil. Dalam sebuah percobaan, kandungan zat protein pare yang disebut momorcharin diketahui memiliki efek menghambat spermatogenesis pada anjing percobaan dan memiliki efek antifertilitas pada tikus betina.

2. Dapat berdampak buruk bagi hati

Yang dilakukan terhadap tikus, ditemukan bahwa ekstrak air pare dalam dosis tinggi dapat menyebabkan hepatotoksisitas (hepatotoxicity). Hepatoksisitas adalah kondisi organ hati yang mengalami kerusakan akibat zat-zat beracun.

Jadi, ada kemungkinan pare yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan dosis tinggi bisa menyebabkan peradangan hati. Ini mungkin bisa disebabkan karena senyawa momorcharin dalam pare. Akan tetapi, jangan khawatir karena konsumsi pare dalam batas wajar tetap bermanfaat bagi kesehatan.

3. Dapat menyebabkan masalah ginjal

Pemberian dosis pare hingga 4.000 mg/kg berat badan ke tikus putih dianggap aman sebab tidak menunjukkan efek pada fungsi ginjal tikus percobaan tersebut. Namun, lebih dari itu bisa memicu masalah ginj AGEN POKER TERPERCAYA

Untuk jumlah yang aman, kamu bisa mengonsultasikannya ke dokter atau ahli gizi. Sebab, setiap orang mungkin punya toleransi asupan dosis yang berbeda.

4. Dapat menyebabkan irama jantung menjadi tidak teratur

Kasus mengenai seorang laki-laki berusia 22 tahun yang tidak punya riwayat kelainan irama jantung, secara mengejutkan mengalaminya setelah minum jus pare.

Irama jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan penggumpalan darah di satu sisi jantung. Jika kondisi ini terus terjadi, trombosit akan membentuk gumpalan dan dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

5. Dapat menganggu pengobatan bila digabungkan dengan obat diabetes

Buat orang-orang dengan diabetes, obat untuk menurunkan gula darah tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan pare. Sebab, pare juga dapat membuat gula darah menurun, yang mana bila obat penurun gula darah dan pare dikonsumsi bersamaan dikhawatirkan akan menyebabkan kadar gula darah terlalu rendah. Ini tentunya bisa berbahaya.

pare bukanlah obat untuk mengatasi pradiabetes ataupun diabetes, meskipun sayur ini sudah terbukti dapat menurunkan gula darah. Faktanya, pare tidak lebih efektif daripada dosis rendah obat diabetes yang sudah disetujui. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *